Kamis, 26 Juli 2018

“Pelayan Tamu Allah”






Didi Mawardi, nama yang mungkin masih terdengar asing di kalangan masyarakat umum. Beliau memang tak sepopuler caleg-caleg atau para artis ibu kota. Tapi tahukah Anda siapa sebenarnya Didi Mawardi ini?

Lahir di Bandar Lampung pada tahun 1983 dengan nama lengkap Di di Mawardi, iya se-usia beliau emang sangat cukup muda di antara caleg DPR RI Dapil 1 Lampung lainnya. Beliau sering di sapa oleh para sahabatnya dengan panggilan Didi atau sering di sapa Ustadz Didi oleh Bapak-bapak dan ibu-ibu jamaah pengajian dan jamaah umroh Haramein Group yang hampir setiap bulan beliau dampingi ke tanah suci Mekkah dan Madinah.

Meskipun terbilang muda, beliau menikah dengan seorang wanita bernama Halimatussa’diah dan di karuniakan 7 orang anak : Abdurrahman (alm), Abdul Kariim (alm), M.Syahid Siddiq, Abdurrahman Kariim (alm), Muhammad Sholih,  Attina Haniyya Rahmah, Muhammad Salim Sa’id Mawardi) atas kehendak Allah 3 orang putranya lebih dahulu mendahuluinya.

Beliau adalah sosok yang inspiratif bagi kita semua sebagai figur pemuda yang ramah, tekun,  ulet dan bersahaja, sebutan “Pelayan tamu Allah di Tanah suci” karna beliau sering kali mendampingi dan membimbing jamaah umroh dan Haji Plus asal Lampung, hampir setiap bulan di setiap musim umroh beliau menyempatkan diri untuk mendampingi langsung jamaah umroh yang berasal dari Provinsi Lampung, ketika beliau di tanya apa resepnya bisa selalu berangkat ke tanah suci bersama masyarakat Lampung?.

Beliau mengatakan “sebetulnya semua sudah menjadi kehendak Allah jika saya di perkenankan Allah selalu mendampingi dan melayani jamaah umroh yang berasal dari Provinsi Lampung, kemudian yang tidak pernah saya lupakan di benak saya adalah almarhum ibu saya ketika masih hidup sering mendoakan saya agar Allah SWT memudahkan saya ke tanah suci semudah saya pergi ke pasar, karena dahulu semenjak saya remaja saya tidak pernah menolak perintah ibu saya sekalipun harus berbelanja kebutuhan sayur dan kebutuhan rumah tangga di Pasar Pasirgintung Bandar Lampung, kebetulan rumah kedua orangtua saya dekat dengan Pasar Pasir gintung”, sampai saat ini beliau lupa sudah berapa kali pulang pergi ke tanah suci yang pasti Alhamdulillah lebih dari 15 kali l membimbing jamaah yang berasal dari Prov. Lampung.

Meskipun setiap bulannya beliau sering ke tanah suci, tapi beliau tetap menyempatkan diri untuk berbaur dengan masyarakat di antaranya dengan aktifitas :  mengisi pengajian rutin bapak2 dan ibu-ibu di beberapa masjid, mengisi khutbah dan ceramah, beliau juga aktif di beberapa organisasi kemasyaraktan lainnya seperti: 

  1. Sebagai Wk. Ketua Pengurus Masjid Mushowwirul Iman Pasirgintung, 
  2. Bendahara Yayasan Iman (lembaga yang menyantuni anak yatim dan dhuafa),
  3. Sekretaris I Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Prov. Lampung,
  4. Anggota BPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), sampai saat ini beliau pun masih mengurus Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar  peninggalan orang tuanya yaitu  H.A. Badri Alie  tokoh Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung yang pernah beberapa kali menjadi ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung”.
  5. Direktur Utama PT. Moeslem Haramein Tours and Travel Umroh & Haji Plus,

Tahun 2019 mendatang, Owner Toko Grosir Ikhwan Jaya ini mengatakan tekadnya untuk menerima tawaran menjadi Caleg DPR RI dari Partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera), adalah dengan niat bisa memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat Lampung, “jika sekarang saya hanya terbatas menjadi pelayan tamu Allah, insyaa Allah semoga saya bisa melayani Ummat Islam lebih luas lagi, karna bisa melayani masyarakat itu memiliki kenikmatan tersendiri buat saya, dan ini juga bagian dari amanat Almarhum Abah saya agar tidak meninggalkan ummat dan tetap istiqomah membimbing mereka”, 

Ketika di tanya bagaimana bisa di calonkan oleh partai PKS beliau menceritakan, “saya mendapat pesan dari salah satu pengurus DPW PKS (Partai Keadilan Sejahtera)di awal bulan Ramadhan untuk mempersiapkan pemberkasan sebagai calon DPR RI dari Dapil 1 Lampung yang mencakup 8 Kabupaten diantaranya (Bandar Lampung, Metro, Pesawaran, Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat) dengan mengucapkan Bismillah dan niat lurus untuk istiqomah melayani ummat yang lebih luas dan setelah saya komunikasikan dengan istri saya akhirnya saya terima tawaran sebagai Caleg DPR RI Dapil Lampung 1 dengan posisi di urutan nomor 9, saya sengaja meminta di urutan terakhir karna saya alumni Pesantren dan kami menjaga adab terhadap orang yang lebih tua untuk terlebih dahulu berada di posisi atas, jika Allah sudah berkehendak di urutan manapun seseorang di tempatkan pasti jadi sekalipun di nomor urut 9 seperti saya”. Ujarnya sambil tersenyum.

“Pelayan Tamu Allah”

Didi Mawardi , nama yang mungkin masih terdengar asing di kalangan masyarakat umum. Beliau memang tak sepopuler caleg-caleg atau...