Didi Mawardi, nama yang mungkin masih
terdengar asing di kalangan masyarakat umum. Beliau memang tak sepopuler
caleg-caleg atau para artis ibu kota. Tapi tahukah Anda siapa sebenarnya Didi Mawardi ini?
Lahir
di Bandar Lampung pada tahun 1983 dengan nama lengkap Di di Mawardi, iya se-usia beliau emang sangat cukup muda di antara
caleg DPR RI Dapil 1 Lampung lainnya. Beliau sering di sapa oleh para sahabatnya
dengan panggilan Didi atau sering di
sapa Ustadz Didi oleh Bapak-bapak
dan ibu-ibu jamaah pengajian dan jamaah umroh Haramein Group yang hampir setiap
bulan beliau dampingi ke tanah suci Mekkah dan Madinah.
Meskipun
terbilang muda, beliau menikah dengan seorang wanita bernama Halimatussa’diah
dan di karuniakan 7 orang anak : Abdurrahman (alm), Abdul Kariim (alm),
M.Syahid Siddiq, Abdurrahman Kariim (alm), Muhammad Sholih, Attina Haniyya Rahmah, Muhammad Salim Sa’id
Mawardi) atas kehendak Allah 3 orang putranya lebih dahulu mendahuluinya.
Beliau
adalah sosok yang inspiratif bagi kita semua sebagai figur pemuda yang ramah,
tekun, ulet dan bersahaja, sebutan
“Pelayan tamu Allah di Tanah suci” karna beliau sering kali mendampingi dan
membimbing jamaah umroh dan Haji Plus asal Lampung, hampir setiap bulan di
setiap musim umroh beliau menyempatkan diri untuk mendampingi langsung jamaah
umroh yang berasal dari Provinsi Lampung, ketika beliau di tanya apa resepnya
bisa selalu berangkat ke tanah suci bersama masyarakat Lampung?.
Beliau
mengatakan “sebetulnya semua sudah menjadi kehendak Allah jika saya di
perkenankan Allah selalu mendampingi dan melayani jamaah umroh yang berasal
dari Provinsi Lampung, kemudian yang tidak pernah saya lupakan di benak saya
adalah almarhum ibu saya ketika masih hidup sering mendoakan saya agar Allah
SWT memudahkan saya ke tanah suci semudah saya pergi ke pasar, karena dahulu
semenjak saya remaja saya tidak pernah menolak perintah ibu saya sekalipun
harus berbelanja kebutuhan sayur dan kebutuhan rumah tangga di Pasar Pasirgintung
Bandar Lampung, kebetulan rumah kedua orangtua saya dekat dengan Pasar Pasir gintung”,
sampai saat ini beliau lupa sudah berapa kali pulang pergi ke tanah suci yang
pasti Alhamdulillah lebih dari 15 kali l membimbing jamaah yang berasal dari
Prov. Lampung.
Meskipun setiap bulannya beliau sering ke tanah suci, tapi
beliau tetap menyempatkan diri untuk berbaur dengan masyarakat di antaranya
dengan aktifitas : mengisi pengajian
rutin bapak2 dan ibu-ibu di beberapa masjid, mengisi khutbah dan ceramah,
beliau juga aktif di beberapa organisasi kemasyaraktan lainnya seperti:
- Sebagai Wk. Ketua Pengurus Masjid Mushowwirul Iman Pasirgintung,
- Bendahara Yayasan Iman (lembaga yang menyantuni anak yatim dan dhuafa),
- Sekretaris I Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Prov. Lampung,
- Anggota BPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), sampai saat ini beliau pun masih mengurus Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar peninggalan orang tuanya yaitu H.A. Badri Alie tokoh Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung yang pernah beberapa kali menjadi ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung”.
- Direktur Utama PT. Moeslem Haramein Tours and Travel Umroh & Haji Plus,
Tahun
2019 mendatang, Owner Toko Grosir Ikhwan Jaya ini mengatakan tekadnya untuk
menerima tawaran menjadi Caleg DPR RI dari Partai PKS (Partai Keadilan
Sejahtera), adalah dengan niat bisa memberikan pelayanan lebih kepada
masyarakat Lampung, “jika sekarang saya hanya terbatas menjadi pelayan tamu
Allah, insyaa Allah semoga saya bisa melayani Ummat Islam lebih luas lagi,
karna bisa melayani masyarakat itu memiliki kenikmatan tersendiri buat saya,
dan ini juga bagian dari amanat Almarhum Abah saya agar tidak meninggalkan
ummat dan tetap istiqomah membimbing mereka”,
Ketika
di tanya bagaimana bisa di calonkan oleh partai PKS beliau menceritakan, “saya
mendapat pesan dari salah satu pengurus DPW PKS (Partai Keadilan Sejahtera)di
awal bulan Ramadhan untuk mempersiapkan pemberkasan sebagai calon DPR RI dari
Dapil 1 Lampung yang mencakup 8 Kabupaten diantaranya (Bandar Lampung, Metro,
Pesawaran, Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat)
dengan mengucapkan Bismillah dan niat lurus untuk istiqomah melayani ummat yang
lebih luas dan setelah saya komunikasikan dengan istri saya akhirnya saya
terima tawaran sebagai Caleg DPR RI Dapil Lampung 1 dengan posisi di urutan
nomor 9, saya sengaja meminta di urutan terakhir karna saya alumni Pesantren
dan kami menjaga adab terhadap orang yang lebih tua untuk terlebih dahulu
berada di posisi atas, jika Allah sudah berkehendak di urutan manapun seseorang
di tempatkan pasti jadi sekalipun di nomor urut 9 seperti saya”. Ujarnya sambil
tersenyum.
